Tampilkan postingan dengan label perkembangan anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perkembangan anak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2016

Belajar Bersikap Lembut pada Anak

Beberapa hari ini Afra sakit panas. Ternyata radang tenggorokan. Saya merusaha merawatnya dengan sabar, menyuapinya saat makan, menolerasi hal-hal yang tidak bisa ia lakukan dengan tidak memarahinya. Ternyata Afra suka hal itu, sampai suatu saat ia bilang "Aku sekarang suka Umi, dulu aku ga suka Umi, sukanya Abi...kalau sekarang aku sukanya Umi...".
Tentu saja saya sangat terharu mendengarnya, dan saya sadar mengapa ia berkata demikian. Selama ini saya sering memarahinya untuk ha-hal yang tidak sesuai harapan saya, membentak, menghitung saat sudah putus asa karena ia tidak beranjak melakukan yang seharusnya, dan gampang memberikan hukuman pada Afra. Saya sadar bahwa hal itu ternyata sangat mengerikan. Saya telah melukai anak saya sendiri dan sekaligus mengajarkan hal-hal buruk itu kepadanya karena ia menirukan sikap saya, terutama ia terapkan pada adik-adiknya, mahluk yang lebih lemah darinya.
Semoga momen ini bisa menjadi sarana saya untuk memperbaiki diri, dan memperbaiki hubungan kami, serta yang terpenting memperbaiki akhlaknya yang tanpa sadar saya beri coretan hitam. Semoga belum terlambat untuk kami. Saya ingin bisa tetap lembut saat menghadapinya sedang marah. Saya ingin bisa tetap lembut mengajarinya berbuat kebaikan, bahkan saat ia menolaknya dengan acuh. Saya ingin bisa membuatnya melakukan sesuatu dengan senang hati, dengan pendekatan logika, pemberian informasi tentang manfaat yang akan ia peroleh, serta bersabar menjelaskan apa tujuan dari semua itu, tanpa menekan atau mengancam. Saya ingin bisa menolerir kesalahan-kesalahannya, memaafkan dan membuatnya dengan sadar enggan untuk mengulanginya lagi. Semoga ia pun akan belajar mejadi pribadi yang pemaaf.
Mudahkanlah Ya Rabb.....


Kamis, 01 Mei 2014

Kring....Kring...Aku Bisa Naik Sepeda

Setelah sekian lama Mbak Afra bersepeda dengan dua roda bantu kecil yang menempel dengan setianya di roda belakang, akhirnya pekan lalu, entah bagaimana awal pemikirannya, Afra pada usia 5 tahun 4 bulan minta kepada abinya untuk melepas salah satu roda bantu belakangnya. Oya sehari-hari Afra main sepeda bersama temannya, Putri, dan kadang Dira. Entah karena kesepakatan bersama teman-temannya atau bagaimana, kami pun cukup terkejut dan surprise waktu Afra meminta hal itu, padahal kami tak pernah memaksanya. Afra menunggu hari Sabtu tanggal 26 April 2014 karena ia tahu umi dan abinya yang sehari-hari bekerja dari pagi hingga tiba di rumah setelah isya baru libur di hari Sabtu. Ternyata membayangkan akan melepas sepeda bantu kecil di roda belakang sepedanya dan berlatih sepeda bersama Abi pun telah menjadi kebahagiaan tersendiri buat Afra. Ia menceritakan pada hampir semua orang yang ditemuainya bahwa nanti di hari Sabtu ia akan melepas roda kecilnya dan belajar bersepeda bersama Abi. Efek baiknya, moodnya jadi baik. (kesaksian dari Mbak di rumah, hehe..). Afra yang biasanya tanpa absen ngisengin adeknya hingga menangis, hari Jumat menjadi sangat happy dan sanagt sayang pada Dek Fia adeknya. Alhasil, mbak pun bisa lebih santai dan tak terlalu banyak berteriak-teriak melerai kakak & Dedek, hehe.

Tereng teng teng....Hari Sabtu pun tiba. Bangun tidur Afra langsung menagih Abi untuk melepas roda kecilnya. Tak lama kemudian Afra dan Abi pun asik mengutak-atik sepeda kecil Afra. Setelah berhasil dilepas salah satu, mereka pun langsung berlatih. Termotivasi untuk belajar sepeda, Afra pun makan dengan lahapnya. Kebetulan umi masak ayam ungkep kesukaan Afra. Tak sampai satu jam berlatih, Afra dan Abi kembali ke rumah. Wajah Afra berbinar ceria, rupanya ia cukup lancar bersepeda dengan satu roda bantu dan mereka ternyata berencana melepas roda satunya lagi..Whats....? cepat sekai, pikirku saat mendengarnya. Tetapi rupanya rencana mereka berdua cukup serius. Karena setelah dilepas kedua rodanya Afra minta dipasangkan standar, maka mereka pergi ke toko sepeda yang tak jauh dari rumah. 

Dan kini pun sepeda telah bebas dari roda bantu. Dengan semangat Afra langsung mencobanya setiba di rumah. O....ternyata tidak semudah itu mengendalikan sepeda tanpa roda bantu. Dan Afra pun merajuk agar dipasangkan kembali salah satu roda bantunya. hehehe....Alhamdulillah Abi tidak langsung menurutinya dan meminta Afra untuk istirahat terlebih dahulu.

Sekitar jam 10 saat Abi mulai lelah dan mengantuk, maka umilah yang jadi sasaran Afra untuk menemaninya bersepeda. Umi yang sedang hamil 5 bulan pun terpaksa menemani Afra berlatih. Ternyata Dek Fia pun ingin bermain sepeda, maka Abi pun terjun kembali ke jalan sambil menyiapkan sepeda Dek Fia. Umi dan abi pun bertukar peran. Umi mendorong sepeda Dek Fia ke arah rumah Putri, teman Afra sambil menunggu Afra berlatih. Afra pun berlatih bersama Abi berputar melewati beberapa gang di sekitar rumah Putri. Tanpa disangka, saat kembali ke tempat Umi dan Dedek, Afra telah bisa mengayuh sepeda sendiri tanpa dipegangi, kecuali untuk start masih harus dipegangi karena sepeda Afra agak tinggi dan kakinya belum menapak tanah dengan sempurna untuk memulai menggoes. Putri yang mengetahui Afra telah melepas roda bantunya pun langsung heboh meminta kepada ayahnya untuk melepas roda bantunya, juga memasang standar, untung aja ayahnya punya beberapa standar bekas yang bisa dipasang, hehe. Putri dengan sepeda yang lebih kecil dari Afra pun dengan ajaibnya langsung bisa mengayuh sepeda tanpa roda bantu, dan tanpa dipegangi. Maka Afra dan Putri pun segera berlatih ditemani Abi ke lapangan PAD Kemuning yang cukup besar. Namun sayang, latihan hari itu harus berakhir karena putri menyerempet motor yang lewat saat mau menyebrang jalan. Alhamdulillah Putri tak mengalami luka yang serius, hanya kaget dan roboh saja. Hmmm ..lega...Umi sempat merasa bersalah karena Afralah yang mengajak Putri ke PAUD kemuning.

Hari Minggu Afra hanya masih terus berlatih sepeda tetapi tetap belum berani memulai sendiri, sampai Selasa malam saat umi pulang kerja, Afra bercerita bahwa ia telah bisa bersepeda sendiri tanpa dipegangi lagi. Rabu pagi sebelum umi berangkat kerja, Afra telah mengeluarkan sepedanya. Ia dengan setia menunggui umi yang sedang bersiap berangkat. Rupanya ia ingin menunjukkan kalau ia suda bisa bersepeda sendiri, hehe. Dan sebelum umi naik motor, umi pun menyempatkan melihat aksi Afra bersepeda. Agak grogi, Afra pun berhasil meski awalnya agak goyang-goyang dan umi agak khawatir. Horee.....umi pun bertepuk tangan dan berpesan agar Afra berhati-hati dan tidak bersepeda terlalu cepat. Oya hari itu Abi telah berangkat duluan karena ada acara pagi. Dan wuss...umi pun meluncur berangkat dengan terburu-buru. Alhamdulillah, mungkin karena doa Afra, umi pun tidak terlambat sampai di kantor., yippi......

Selamat ya Kakak Afra atas prestasimu....semoga Kakak Afra Haniya Salsabila selalu menjadi anak yang sholehah, sehat, cerdas, penyejuk hati orang tua, mujahidah kebanggaan ummat...begitu juga dengan Dek Dafina Najma Shafia....
Amin...Ya Robbal 'Aalamiin....
Umi Love Kakak & Dedek.....:)


Senin, 17 Februari 2014

Celoteh Afra & Fia

Afra saat ini 5 tahun 3 bulan, kelas TK A, dan Fia insyaAllah Maret tgl 7 bulan depan genap 2 tahun. Mereka adalah 2 bidadari umi yang sudah mulai tumbuh besar. Hari-hari pun tambah rame dengan teriakan, tawa, tangis mereka berdua. Bahkan saat kebetulan ada acara dan harus berpisah dengan mereka beberapa jam saja, rasanya kangen...banget...Dan ini adalah cerita-cerita tentang mereka berdua.

Cerita 1
Sebenarnya umi dah membiasakan memanggil Dedek Dafina Najma Shafia dengan sebutan Dek Fia sedari bayi. Dan salah satu kebiasaan Umi adalah meninabobokannya dengan menyanyikan lagu Nina Bobo sambil menggendong dan liriknya diganti Dedek bobo...Nah saat sekarang Dedek dah mulai besar dan tahu bahwa nama depannya adalah Dafina, maka Dedek pun memanggil dirinya dengan sebutan Dedek Nina...entah ada hubungannya ato tidak dengan lagu Nina Bobo yang sering kunyanyikan....Ok then, I'll try to appreciate that My Baby...

Cerita 2
Kak Afra seneng banget saat mendengar berita bahwa ia akan mempunyai adik lagi. Dengan polosnya ia berkata.."Bener Mi Kakak mo punya adik lagi? Jadi umi udah doain ya?" Memang sebelumnya beberapa kali entah iseng atau karena iri dengan beberapa teman sekolahnya yang mau punya adik, Afra minta adik lagi ke Umi. Dan Umi pun selalu menjawab. "Kakak berdoa ya sama Allah kalau mau adik lagi....". Subhanallah ternyata tertanam di memorinya bahwa jika ingin minta adik, maka harus berdoa. Umi bangga sama Kakak. Tetapi sayang Kakak masih malas kalau diajak sholat. Semoga lebih rajin lagi ya Kak.....
Saking senengnya, Kakak pun mempublikasikan berita itu kepada semua orang, jadi ibu-ibu se-RT dah hampir tau semua deh. Kakak pun sangat membela Dedek Bayi yang ada di perut Umi. Saat Dedek Fia yang memang hobi manjat & guling-guling, termasuk naik kuda-kudaan dengan duduk di perut umi akan menaiki perut Umi, Kakak pun marah besar sama Dek Fia, pernah saking marahnya dan sudah sangat mengantuk tak berdaya maka ia hanya bisa menangis putus asa karena Dek Fia belum mengerti dinasihatin.....Hihihi..lucunya Kakak...

Cerita 3
Dedek Fia terkena biang keringat yang cukup banyak dan besar-besar.  Sebagian di area rambut yang memang lebat dan agak panjang serta ikal, juga leher dan punggung atas. Setelah ke dokter dan belum kunjung sembuh, maka Umi  & Abi sepakat untuk memotong rambutnya hingga cepak atau hampir gundul untuk mengurangi keringatnya karena gerah. Subhanallah proses pemotongan berjalan mulus di rumah. Dedek dibalut kain bedong seolah dibarbershop, disiapkan gunting dan kres.....rambut dipotong dan Dedek pun anteng menunduk hingga selesai. Setelah selesai, kebetulan Kakak tak sengaja menyebutnya gundul...dan Dek Fia yang ceria tidak marah atau minder, malah sangat senang dengan lagu "Gundul-gundul Pacul" yang dinyanyikan kakak. Jadilah sejak hari itu lagu itu menjadi lagu favorit Dedek. Bahkan saat umi berusaha menyanyikannya, dengan sigap Dedek atan berkata.."Butan-Butan...(Red: Bukan-Bukan)....." lalu ia akan bernyanyi "Udul-udul acul cul......embis embis ean........" (nadanya pas lho ma lagu Gundul-gundul pacul.....)....
Gemes.......deh.....Semoga cepat sembuh ya Dek.....

bersambung......

Selasa, 26 Juni 2012

Mengatasi Bayi Bingung Puting

Seminggu kemarin Dek Fia (3.5 bulan) mengalami bingung puting, sampe nelangsa umi dibuatnya karena tiap dikasi asi langsung selalu menolak keras, Fia lebih memilih botol walaupun botol kosong ato ngemut jarinya. Alhamdulillah sekarang Fia dah mau minum ASI langsung dari umi, walaupun perlu proses. Yang saya lakukan setelah browsing tentang bingung puting:
1. Bertekad untuk mengatasi bingung puting Fia, karena kalau dibiarkan takut produksi ASI berkurang, padahal saya pengen menyusui sampai 2 tahun (insyaAllah,Amin)
2. Meluangkan waktu di Sabtu-Minggu untuk berinteraksi dan berusaha menyusui langsung. Meskipun bayi belum menyusu langsung, minimal perbanyak kontak kulit dengan bayi, agar bayi terbiasa dan merasa nyaman dengan suhu tubuh ibunya yang hangat.Jadi pemberian ASI lewat botol juga diminimalisir karena kita stand by.
3. Jika terpaksa memberi ASI tidak langsung karena Fia masih belum mau menyusu sehingga kelaparan, maka ASI diberikan dengan sendok. Setelah agak kenyang, kita berusaha lagi membujuknya menyusu langsung.
4. Berusaha membujuk bayi, mengajaknya bermain, menggoda, agar bayi merasa nyaman & tenang sambil terus ditawari ASI.
5. Saat rewel, mengayun dan menepuk bayi lumayan membuat bayi agak tenang.
6. Hari minggu kami pergi sampai sore dan Fia diajak, ternyata goncangan di kendaraan membuat Fia lebih mudah menyusu.
7. Alhamdulillah mulai dari menolak dulu, lalu mau menyusu setelah ditawari saat bayi merasa tenang, juga sering setelah mau ternyata dilepas lagi karena mungkin ASI ga sekencang yang diharapkan, sekarang Dek Fia lebih mudah menyusu langsung tanpa menolak lagi. Selama umi bekerja, ASi tetap diberikan dengan sendok kecuali jika Fia gelisah dan gerak terus karena ngantuk, maka ASI diberikan dengan dot. 
Semoga Umi bisa nyusuin Dek Fia sampai 2 tahun..amiin..

Kamis, 29 September 2011

Perkembangan anak 2-3 tahun

Sekarang Afra berumur 2 Tahun 9 Bulan, begitu banyak perkembangan dalam beberapa bulan ini yang kadang membuat kami sebagai orang tuanya takjub bahkan kewalahan. Oleh karena itulah saya mencoba mencari artikel tentang perkembangan anak usia 2-3 tahun. Artikel ini saya dapat dari whenmayend.blogspot.com. Semoga bisa menerapkan dan mendapatkan hasil yang lebih baik dalam membersamai si buah hati dalam usia 2-3 tahun ini.

A. PERKEMBANGAN FISIK
1. Sangat aktif, suka berlari dan melompat. Sekiranya memungkinkan, orang tua perlu mengatur rumah agar ada ruang yang memungkinkan anak- anak bergerak tanpa rasa takut cedera. Membawa anak ke taman permainan adalah satu langkah yang bijak. Di situ anak-anak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik di bawah pengawasan orang tua.
2. Anak-anak di tahap ini belum dapat mengawal pergerakan otot-otot, sehingga mereka tidak dapat duduk diam dalam jangka waktu yang terlalu lama. Jadi, sia-sia saja kita meminta mereka duduk diam. Yang lebih baik ialah membiarkan mereka bermain di sekitar sambil kita mengawasi mereka.

B. PERKEMBANGAN MENTAL
1. Daya konsentrasi sangat pendek dan mudah merasa bosan
2. Rasa ingin tahu anak-anak di tahap ini sangat tinggi. Orang tua perlu memikirkan jenis alat permainan yang akan dibeli. Permainan yang sesuai ialah permainan yang merangsang kreativitas anak-anak selain harus menarik dan tidak mudah rusak, Ajar anak menggunakan pancaindera (mendengar, melihat, menyentuh, mencium dan merasa). Libatkan sebanyak mungkin pancaindera anak dalam aktivitas seharian mereka misalnya: mendengar bunyi binatang, membawa mereka ke taman untuk melihat berbagai jenis hewan dan sebagainya.
3. Perbendaharaan kata mereka masih terbatas di tahap ini. Gunakanlah kata-kata yang sederhana dan konkrit, baik ketika bercerita ataupun ketika bercakap dengan anak-anak. Jangan menggunakan perkataan yang abstrak misalnya: tanggungjawab, keselamatan, kebenaran, keadilan dll. Adalah lebih baik menggunakan perkataan yang disertai dengan contoh-contoh kehidupan seharian.
4. Pemikiran anak-anak di tahap ini sebenarnya lebih cepat berkembang berbanding dengan kemampuan untuk bertutur. Sebab itulah anak-anak sering didapati tergagap-gagap ketika berbicara. Orang tua harus peka terhadap situasi ini dengan menunjukkan perhatian dan kesabaran. Bersedia untuk menjadi pendengar tanpa tergesa-gesa ataupun memaksa anak bercakap dengan lebih cepat.

C. PERKEMBANGAN EMOSI
Menyukai suasana yang sudah dikenali dan takut pada suasana baru atau orang asing. Sekiranya anak sentiasa dibawa bergaul dengan orang sekitar, perasaan takut lama kelamaan akan hilang.

D. PERKEMBANGAN SOSIAL
1. Sifat dependent masih tinggi, namun kadang-kadang anak juga ingin menonjolkan sifat kemandirian. Biarkan anak melakukan sesuatu yang mampu ia lakukan sendiri.
2. Egocentric. Anak-anak di tahap ini cenderung memperlakukan kanak-kanak lain yang sebaya dengannya sebagai suatu benda dan bukan sebagai individu. Ia belum boleh bermain "dengan" kanak-kanak lain dalam arti kata yang sebenarnya. Oleh itu, ketika bermain dengan kanak-kanak lain, perlu ada pengawasan dari orang dewasa supaya tidak terjadi keadaan di mana anak kita akan menyakiti anak-anak lain.
3. Suka mengatakan "tidak" dan memang dalam usia ini anak bersikap "menentang". Selain itu anak juga seringkali "menguji" lingkungan dan orang-orang di sekelilingnya. Anak-anak perlu mengetahui apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Tingkah laku mereka itu pada hakikatnya merupakan suatu usaha untuk mengetahui apa yang boleh atau tidak boleh dilakukannya. Oleh karena itu orang tua harus tegas, jika perlu, berikan hukuman yang sesuai dengan tahap umur mereka bagi kesalahan yang dilakukan supaya mereka tahu bahwa yang dilakukannya adalah salah.

E. PERKEMBANGAN ROHANI (SPIRITUAL)
1. Meniru tingkah laku orang dewasa, Sikap dan tingkah laku orang tua harus membuat mereka memahami tentang ajaran Islam. Berarti setiap perbuatan kita harus dikaitkan dengan ajaran Islam, seperti solat, berdo’a sebelum makan, membaca bismillah sebelum membuat sesuatu dll.
2. Anak juga berkembang dari segi rohani. Oleh itu, ibubapa perlu menolong mereka untuk menyedari tentang kewujudan Allah dalam setiap aspek kehidupan. Dengan demikian mereka akan belajar bahwa sekalipun Allah tidak dapat dilihat tapi Allah ada. Bermakna dalam setiap aktiviti kita seharian, ibubapa perlu mengaitkannya dengan kewujudan Allah.

AKTIVITAS YANG SESUAI UNTUK ANAK-ANAK DI TAHAP INI
Secara fisik, anak-anak yang berumur antara 2-3 tahun adalah anak yang suka bergerak, berlari, melompat, memanjat dan tidak boleh duduk diam untuk jangka waktu yang lama. Namun mereka cepat letih karena otot-otot belum berkembang dengan sempurna. Mereka belum dapat melakukan pekerjaan yang rumit. Orang tua perlu menyediakan aktiviti dan permainan sederhana yang dapat anak-anak lakukan. Beberapa aktivitas yang sesuai untuk anak-anak di tahap ini ialah:

1. PERMAINAN BLOK
Gunakanlah blok-blok kayu/plastik, dan ajaklah anak-anak untuk menyusun blok-blok tersebut menurut imajinasi mereka sendiri. Biarkan mereka membuat bentuk menurut keinginan mereka, Permainan ini selain dapat merangsang perkembangan otot-ototnya, juga dapat membantu meningkatkan daya imajinasi mereka.

2. PUZZLE
Puzzle adalah permainan yang menyusun suatu gambar atau benda yang telah dipecah dalam beberapa bagian. Jangan menggunakan puzzle yang terlalu rumit, tapi gunalah yang sederhana yang terdiri dari 5-10 keping, sehingga anak-anak dapat menyusun
dengan mudah.

3. MELUKIS
Sediakan kertas dan crayon dan biarkan anak-anak membuat gambar dan contengan menurut imajinasi mereka, walaupun pada tahap umur ini biasanya anak-anak masih belum melukis dengan sempurna.

4. MENEMPEL
Gunakan gambar-gambar sederhana yang telah dikenali oleh anak, misalnya meminta anak menempel "mata ikan" pada tempat yang sesuai. Boleh juga diberikan beberapa keping gambar dan minta anak menempelkan mengikut keinginan mereka sendiri, misalnya gambar
seorang gembala, seekor anjing, dan 3 ekor anak lembu serta sekeping kertas hijau berbentuk padang rumput yang luas. Aktivitas ini bisa juga disertai dengan aktivitas menghitung. Selesai menempel gambar ajaklah anak menghitung jumlah anak lembu, anjing dsbnya.

5. MEWARNAI
Sediakan kertas dengan gambar di atasnya, pensil warna, atau crayon. Mintalah anak-anak mewarnai gambar tersebut. Walaupun mereka belum dapat mewarnai dengan sempurna, tapi aktivitas ini dapat melatih kepekaan mereka terhadap warna.

Itulah di antara beberapa aktivitas yang dapat dilakukan oleh anak-anak yang berumur 2-3 tahun.