Blog ini adalah sarana saya belajar banyak hal seperti menulis, jualan, berbagi dan mencari pengalaman, pengetahuan, dan sebagainya. Semoga bisa bermanfaat untuk kebaikan. Selamat Berkunjung..........
Senin, 01 Februari 2010
Lelaki Sholeh itu telah Mengingatkanku
Pada umumnya orang mungkin akan tergiur dengan tawaran itu. Selain lebih murah, menghemat waktu karena tidak perlu menghadiri sidang, juga lebih praktis karena STNK atau motor tidak tersita. Apalagi polisi itu pun memberikan bukti tilang yang terlihat resmi. Namun kita tidak tahu apakah uang yang dibayarkan secara langsung kepada polisi itu benar-benar masuk ke kas negara. Yang jelas hal itu tidak sesuai prosedur yang berlaku dan bisa jadi sama artinya dengan menyuap polisi. Lelaki itu dengan rendah hati dan logat jawa kental mengatakan bahwa ia rela melakukan itu karena ia takut dosa.
Subhanallah, sungguh pengorbanan yang besar untuk menghindar dari dosa yang mungkin sering dianggap ‘kecil’ oleh kebanyakan orang. Dapat dibayangkan berapa rupiah, tenaga, dan waktu yang harus dihabiskan untuk menyelesaikan urusan ini. Tapi lelaki itu telah mengingatkanku untuk tidak meremehkan ‘dosa-dosa’ kecil yang kalau dibiarkan akan membuat kita terbiasa dan menjadi tidak peka lagi terhadap perbuatan dosa, yang mungkin akan setara dengan dosa besar jika kita melakukannya berkali-kali.
Ya Allah...berilah kami kekuatan dan kesabaran untuk dapat menjauhi dosa kecil maupun besar. Amin
Jurang Mangu, 25 Januari 2010
Rabu, 29 Juli 2009
Belajar Berdagang dan Kepemimpinan
Entah mengapa, saat memulai belajar berjualan, walau kecil-kecilan rasanya semangat banget. Mungkin harapan akan keuntungan yang akan didapatlah yang membuat kita bersemangat. Tapi menurutku bukan itu aja lho, ada hal yang lain. Setuju ga kalau ini mungkin ada juga hubungannya dengan apa yang dikatakan salah satu dosenku di salah satu mata kuliah bahwa sifat-sifat kepemimpinan dalam diri kita akan muncul saat ada krisis. Dengan adanya sifat-sifat itu, kalo boleh menyitir salah satu jargon iklan rokok, akan “bikin hidup lebih hidup”. Nah salah satu krisis itu menurutku adalah belajar berjualan atau berbisnis. Mengapa? Dengan berbisnis kita akan ditantang antara lain untuk:
1. Memilih bisnis apa yang akan kita jalani, terkait dengan banyak hal tentunya, antara lain modal yang kita miliki, kemampuan memasarkan, kondisi pasar, dan sebagainya.
2. Mengukur resiko atas “tidak lakunya” barang yang dijual, kerugian, dan meminimalisir resiko tersebut.
3. Memutuskan kapan saat membeli, menjual, cara menjual, dsb.
Nah sederet permasalahan itulah yang mungkin akan menumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan (kita semua adalah pemimpin kan?) yang selama ini masih terpendam dalam diri kita. Kalo dosenku mengumpamakan orang yang mencari krisis itu seperti anak-anak pencinta alam yang mau bersusah payah mendaki gunung, menerjang hutan, padahal di kota mereka bisa menemukan banyak kesenangan. Tapi memang tidak diragukan lagi, banyak manfaat yang akan diperoleh dari “acara” mendaki gunung tersebut.
Tentunya ada banyak cara lain untuk menumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan dalam diri kita. Untuk mahasiswa, salah satunya dengan mengikuti berbagai organisasi di kampusnya. Jadi koordinator pelaksana suatu acara, kepala bidang, atau bahkan seorang staf sekalipun, akan melatih kita untuk bertanggung jawab atas tugas yang dilimpahkan kepada kita. Apalagi saat kita harus memprioritaskan salah satu hal yang lebih penting saat ada “bentrokan” waktu atau kepentingan.
Setelah agak muter-muter, mungkin kuncinya biar hidup kita terasa lebih bermakna adalah dengan berkarya dan berkarya. Berkarya dengan ikhlas, tanpa pamrih, untuk hal yang positif tentunnya. Berkarya bisa apa saja, belajar berdagang mungkin hanyalah salah satu hal kecil. Apalagi berkarya untuk menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan orang banyak. Jika kita ingin mencari contohnya, pasti ada banyak orang di sekitar kita yang telah mampu menumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan dalam dirinya, hingga menghasilkan karya yang sarat manfaat. Pak RT dan Pak RW, Pak Ustadz dan Ibu Ustadzah yang aktif mengisi pengajian, orang-orang yang aktif di LSM untuk membela lingkungan atau rakyat yang “tak berdaya”, guru-guru yang mengajar dengan ikhlas, para penegak hukum yang tulus membela kebenaran dan keadilan, para cendekiawan yang menyumbangkan pemikirannya untuk masyarakat, hingga para pemimpin yang amanah dengan kepemimpinannya. Mereka orang-orang yang hebat! Smoga kita bisa ya meniru mereka...