Entah mengapa, saat memulai belajar berjualan, walau kecil-kecilan rasanya semangat banget. Mungkin harapan akan keuntungan yang akan didapatlah yang membuat kita bersemangat. Tapi menurutku bukan itu aja lho, ada hal yang lain. Setuju ga kalau ini mungkin ada juga hubungannya dengan apa yang dikatakan salah satu dosenku di salah satu mata kuliah bahwa sifat-sifat kepemimpinan dalam diri kita akan muncul saat ada krisis. Dengan adanya sifat-sifat itu, kalo boleh menyitir salah satu jargon iklan rokok, akan “bikin hidup lebih hidup”. Nah salah satu krisis itu menurutku adalah belajar berjualan atau berbisnis. Mengapa? Dengan berbisnis kita akan ditantang antara lain untuk:
1. Memilih bisnis apa yang akan kita jalani, terkait dengan banyak hal tentunya, antara lain modal yang kita miliki, kemampuan memasarkan, kondisi pasar, dan sebagainya.
2. Mengukur resiko atas “tidak lakunya” barang yang dijual, kerugian, dan meminimalisir resiko tersebut.
3. Memutuskan kapan saat membeli, menjual, cara menjual, dsb.
Nah sederet permasalahan itulah yang mungkin akan menumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan (kita semua adalah pemimpin kan?) yang selama ini masih terpendam dalam diri kita. Kalo dosenku mengumpamakan orang yang mencari krisis itu seperti anak-anak pencinta alam yang mau bersusah payah mendaki gunung, menerjang hutan, padahal di kota mereka bisa menemukan banyak kesenangan. Tapi memang tidak diragukan lagi, banyak manfaat yang akan diperoleh dari “acara” mendaki gunung tersebut.
Tentunya ada banyak cara lain untuk menumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan dalam diri kita. Untuk mahasiswa, salah satunya dengan mengikuti berbagai organisasi di kampusnya. Jadi koordinator pelaksana suatu acara, kepala bidang, atau bahkan seorang staf sekalipun, akan melatih kita untuk bertanggung jawab atas tugas yang dilimpahkan kepada kita. Apalagi saat kita harus memprioritaskan salah satu hal yang lebih penting saat ada “bentrokan” waktu atau kepentingan.
Setelah agak muter-muter, mungkin kuncinya biar hidup kita terasa lebih bermakna adalah dengan berkarya dan berkarya. Berkarya dengan ikhlas, tanpa pamrih, untuk hal yang positif tentunnya. Berkarya bisa apa saja, belajar berdagang mungkin hanyalah salah satu hal kecil. Apalagi berkarya untuk menghasilkan manfaat yang bisa dirasakan orang banyak. Jika kita ingin mencari contohnya, pasti ada banyak orang di sekitar kita yang telah mampu menumbuhkan sifat-sifat kepemimpinan dalam dirinya, hingga menghasilkan karya yang sarat manfaat. Pak RT dan Pak RW, Pak Ustadz dan Ibu Ustadzah yang aktif mengisi pengajian, orang-orang yang aktif di LSM untuk membela lingkungan atau rakyat yang “tak berdaya”, guru-guru yang mengajar dengan ikhlas, para penegak hukum yang tulus membela kebenaran dan keadilan, para cendekiawan yang menyumbangkan pemikirannya untuk masyarakat, hingga para pemimpin yang amanah dengan kepemimpinannya. Mereka orang-orang yang hebat! Smoga kita bisa ya meniru mereka...
bagus bu. semoga dagangannya laris dan dapet ilmu kepemimpinannya juga..salut!!
BalasHapusDemikianlah aku juga berdagang kecil-kecilan Dew... Rada bingung sih mau diseeriusin atau gak, tapi lumayan mengasah keterampilan beramah-tamah, keberanian, dan kemampuan menghitung :D.
BalasHapus-Leila